Ulama Muhammadiyah Kharismatik

0
3

Oleh: Dr. H Robby Abror, M.Hum.
Dosen Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga, Ketua MPI PWM DIY.

Kepergian Prof. Yunahar Ilyas menyisakan duka yang dalam bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu meninggal dunia pada Kamis malam (2/1/2020) pukul 23.47 di RS. Sarjito Yogyakarta.

Prof. Yunahar dikenal sebagai pemikir yang kritis bahkan banyak orang mengira bahwa beliau adalah representasi wahabi di Muhammadiyah. Tidak sedikit yang mengira beliau sebenarnya pemikir liberal, ada juga yang menyanggahnya sebagai intelektual progresif disebabkan keputusannya yang cenderung bergaya fundamentalistik.

Kekritisan beliau sudah diketahui sejak masih mahasiswa awal di Yogyakarta, saya sering mengikuti dan menyimak ceramah-ceramah beliau. Selalu ada yang baru dalam pemikirannya. Kekayaan pengetahuan yang memadai, karya tulis yang mendalam berbasis teks Arab klasik, pengalaman bermasyarakat dan berorganisasi yang mumpuni, dan komunikasinya yang cukup baik membuat saya jatuh cinta pada gaya berpikirnya.

Melihat gaya berceramah dan juga sifat beliau yang membuat saya kagum sehingga saya pun lebih suka memanggil beliau Syeikh, ya Syeikh Yunahar. Beliau adalah orang yang selalu haus akan ilmu pengetahun, salah satunya beliau pernah menyerap ilmu agama di Universitas Ibnu Saud Riyadh, Saudi Arabia, sebagai pusat peradaban Islam.