Selamat Jalan Ustad Yun

0
8

Oleh: Sobar M Johari
(Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Pertemuan pertama dengan Ustad Yun (kami biasa memanggilnya), pada saat OSDI (Orientasi Dasar Studi Islam) 2001 saat beliau sedang mengisi materi.

Saat itu sebagai mahasiswa baru yang sedang kritis-kritisnya, saya dan beberapa rekan-rekan menanyakan hal-hal yang mungkin dianggap aneh, seperti: “Kenapa Islam lahirnya harus di Timur Tengah, bukan di Indonesia?”, “Kenapa nabinya harus Muhammad?”

Ustad Yun, menjawab dengan santai, tanpa menunjukkan muka marah. Menjawab semua pertanyaan dengan gamblang dan rasional, yang membuat kita kagum.

Saat saya dan teman-teman mengambil matakuliah beliau, Ilmu Tafsir, di kelas kita harus selalu fokus. Jarang ada yang berani senda-gurau. Dan sesekali kita mengajukan pertanyaan aneh-aneh lagi, langsung ditebas dengan jawaban yang tegas dan jelas.

Lama-lama kami menikmati ilmu yang diajarkan. Dan kelas selalu penuh jika beliau mengajar, anak-anak tidak berani telat. Ujian tulis matakuliah Ustad Yun selalu tertutup dan jangan berharap dapat nilai dari belas kasihan, karena cuma beberapa saja yg dapat nilai B atau A. Selebihnya mendapat nilai C dan D. Mungkin, itulah cara Ustad Yun menggembleng mahasiswa.

Saat aktif di dunia kemahasiswaan, muncul novel yang fenomenal di Yogyakarta: “Tuhan Jadikan Aku Seorang Pelacur”. Novel itu menggemparkan Yogyakarta dan dunia pendidikan, karena siapapun yang membaca pasti melibatkan emosi dalam dirinya.

Beberapa bagian isinya ada yang dianggap melecehkan agama dan menyerang beberapa kalangan. Karena viral saat itu, akhirnya novel itu dibedah di UMY. Beberapa dosen yang dihubungi jarang ada yang berani menjadi narasumber. Bahkan, beberapa kalangan menolak diadakannya acara itu. Apalagi, salah satu panelisnya AM Safwan dari Rausyan Fikr, yang saat itu memang sedang digandrungi mahasiswa karena pemikiran kritisnya.

Tanpa disangka Ustad Yun, dengan cepat dan tanpa beban, berkenan menjadi narasumber. 

Bedah buku tersebut terasa sangat menegangkan. Peserta membludak sampai ada yang duduk lesehan dan banyak yang berada di luar ruangan.