Diversifikasi Ecobrick

0
7

YOGYAKARTA — Daerah Brontokusuman, Mergangsan, Yogyakarta, merupakan salah satu wilayah yang memiliki bank sampah aktif yang bernama “Bank Sampah Kamulyan”.

Selama ini, kegiatan bank sampah hanya berupa pengumpulan, pencatatan dalam buku, dan penimbangan barang bekas seperti kardus, plastik, kertas, dan berbagai barang bekas lainnya.

Untuk itu, dosen Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta melakukan pendampingan kegiatan Bank Sampah Kamulyan.

Pada kesempatan itu, Hayati Mukti Asih dan Isana Arum Primasari yang didampingi dua orang mahasiswa melakukan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas pada produksi daur ulang sampah plastik.

Program Pengabdian kepada Masyarakat UAD Yogyakarta ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam berkegiatan di Bank Sampah Kamulyan. “Karena keinginan bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan kegiatan rutin bulanan,” kata Hayati Mukti Asih, Sabtu (11/1/2020).

Program yang dilaksanakan itu meliputi program manajemen produksi, berupa penyuluhan dan pelatihan diversifikasi produk dengan memberikan alat bantu proses produksi.

Indikator capaiannya adalah inovasi produk ecobrick sehingga mampu menambah nilai estetika dan nilai jual dari produk ecobrick.

Selain itu ada penyuluhan dan pelatihan inovasi daur ulang sampah plastik. Dengan target capaian berupa nilai tambah produk yang dihasilkan dari daur ulang sampah plastik.