UAD Yogyakarta Adakan Pertukaran Mahasiswa ke Luar Negeri

0
8

YOGYAKARTA — Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta selenggarakan program pertukaran mahasiswa ke luar negeri.

Adanya program tersebut membawa dampak positif bagi mahasiswa dan universitas.

Selain untuk memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa, program semacam itu salah satu usaha kampus untuk menuju world class university.

Hingga saat ini sudah ratusan orang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang dikirim ke luar negeri.

“Hal ini menunjukkan kerjasama luar negeri yang dilakukan UAD melalui Kantor Urusan Internasional sangat bagus,” kata Prof Drs Sarbiran, M.Ed, PhD, Wakil Rektor 1 UAD Yogyakarta, di Kampus 1 UAD Jl Kapas, Umbulharjo, Yogyakarta, Kamis (23/1/2020).

Menurut Sarbiran, secara rutin KUI UAD Yogyakarta selenggarakan program mahasiswa ke luar negeri. “Hal ini menunjukkan motivasi mahasiswa UAD Yogyakarta semakin baik dan bagus, karena perguruan tinggi harus memiliki mahasiswa dengan motivasi yang bagus,” kata Sarbiran yang menambahkan ke depan mahasiswa harus semakin bagus.

Selama ini, dijelaskan Sarbiran, koordinasi lembaga lewat KUI cukup bagus.

Sarbiran berharap kepada 31 orang mahasiswa UAD Yogyakarta yang akan ke luar negeri untuk menjaga nama baik UAD Yogyakarta sebagai universitas apik dhewe.

Tahun akademik 2019-2020, UAD Yogyakarta kirim 200 orang mahasiswa ke luar negeri, yang tergabung dalam berbagai program.

Para mahasiswa itu dikirim ke berbagai negara di Asia dan Eropa: Malaysia (94), Thailand (58), Philipina (8), Brunei Darussalam (2), Korea Selatan (6), Taiwan (17), China (10), Jepang (7), Jerman (3), Belanda (2), dan Abu Dhabi (4).

Untuk bulan Januari 2020 ada 5 program yang akan diikuti 31 mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan yang ada di lingkungan UAD Yogyakarta.

Di antaranya adalah program kredit transfer hasil tindak lanjut dari kesepakatan antara UAD dan Universitas Utara Malaysia (UUM) selama 6 bulan atau satu semester sejak bulan Februari hingga Agustus 2020, yang akan diikuti Devi Anggrayni dan Siti Natasya dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Selain itu ada 5 orang mahasiswa dari Fakultas Hukum, terdiri dari: Ridhayana Andi Baso, Yogita Halim, Daffa Nugroho Ramadhan, Muhammad Rizal Sirojudin, Fadhel Muhammad Ikhwansyah.