Meninggalkan Shalat Jum’at 3x Saat Pandemi Covid 19 Apakah Termasuk Kafir

0
415

Oleh: Ruslan Fariadi

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Saya H ingin bertanya kepada asatidz MTT PP Muhammadiyah. Bagaimana takhrij hadits yang menyatakan “jika meninggalkan shalat Jum’at 3x maka dianggap kafir”. Apakah memang begitu makna hadits nya? Ada yang mengatakan bahwa bukan menjadi kafir. Bagaimana perihal tersebut ?

Jazakallahu Khairan atas jawabannya.

Jawaban:

Terkait dengan hadis tentang ancaman bagi orang meninggalkan shalat Jum’at 3x, diriwayatkan oleh beberapa imam ahli hadis, antara lain oleh imam at-Tirmidzi dengan derajat Hasan, sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَبِيدَةَ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الْجَعْدِ يَعْنِي الضَّمْرِيَّ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ فِيمَا زَعَمَ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ الْجُمُعَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ. (رواه الترمذي)

 “…[dari] Muhammad bin Amru dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan menutup hatinya.” (HR. At-Tirmidzi)

Selain imam at-Tirmidzi, matan hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan lafaz yang sama, namun beliau juga meriwayatkan dengan lafaz yang berbeda yaitu “من غير ضرورة” (tanpa adanya kedaruratan), sedangkan imam Ahmad meriwayatkan dengan lafaz “من غير عذر” (tanpa adanya uzur) dan “من غير ضرورة” (tanpa adanya kedaruratan). Maka keberadaan hadis at-Tirmidzi tersebut semakin kuat dengan adanya beberapa hadis penguat tentang ancaman sekaligus hukuman bagi orang yang meninggalkan shalat Jum’at tiga kali (tanpa menjelaskan secara berurutan/tidak).