Oh, Virus Korona

0
13

Oleh: Affan Safani Adham

KETIKA sekolah dialihkan ke rumah dengan pembelajaran online, isteriku yang seorang guru di taman kanak-kanak juga stay at home sesuai anjuran pemerintah. Meski di rumah, isteriku harus tetap kerja, bahkan lebih keras dari sebelum ada wabah virus Korona.

Sudah seminggu ini isteriku berada di rumah. Otomatis hanya aku yang kerja di luar rumah. Pagi itu akupun pamit pada isteriku untuk sebuah liputan. Masih kuingat kala itu ia tersenyum dan mengepalkan tangan sambil bersorak, “Semangat, Mas!”

Isteriku lantas mengiringiku hingga ke pintu. Mata sipitnya kemudian menghilang ditelan tawa yang tak berjeda. Ia memang seperti itu, selalu optimis.

“Jangan takut, Dik. Aku akan baik-baik saja,” ucapku kala pamit.

Andai saja bukan karena jiwa sosialnya yang tinggi, mana mungkin ia mau menjadi seorang guru. Orang terdepan yang siap melayani generasi calon penerus bangsa. Ia memang seperti itu, sejak dahulu kala awal aku mengenalnya.

Pertemuan kami tak sengaja. Layaknya drama Korea, aku tak sengaja menabraknya yang sedang berlari tergesa ke rumah sakit. Ia jatuh. Meringis. Aku ingin menolongnya, namun keadaan tak mengizinkan.

Sumi pun berlalu. Berlari mengejar waktu. Mengejar detik terakhir bertemu ibunya. “Ibuku sakit parah dan menurut ayah, keadaannya semakin memburuk,” kata Sumi.

Aku yang masih kerja serabutan juga memburu waktu untuk kirim barang di rumah sakit itu. Tempat ibunya Sumi yang sakit dirawat. Alhamdulillah, ibunya Sumi selamat dan dapat melalui masa kritisnya.

Dan hal yang tak kuduga adalah bahwa isteriku dulu juga seorang perawat yang selama ini setia merawat ibunya. Jodoh memang punya cara unik untuk mempertemukan dua insan.

“MENURUT hati nuranimu, tindakan apa yang harus kulakukan di tengah situasi genting di mana seorang perawat sangat dibutuhkan untuk merawat pasien Covid-19,” kata Sumi tiba-tiba sambil menatapku lekat.

Aku memalingkan wajah. Dan, ia telah tahu isi hatiku. Sebenarnya jiwaku menolak, namun hati nurani berkata lain. Akupun tidak rela kalau isteriku kembali bekerja sebagai seorang perawat.