PHBI DIY Tidak Selenggarakan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah

0
214

YOGYAKARTA — Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Daerah Istimewa Yogyakarta memutuskan tidak  menyelenggarakan atau meniadakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di Alun-alun Utara Yogyakarta pada hari Ahad, 24 Mei 2020.

Selama ini, PHBI DIY tiap tahun menyelenggarakan shalat ‘Idain (shalat dua hari raya), yaitu shalat Idul Fitri setiap tanggal 1 Syawal dan shalat Idul Adha setiap tanggal 10 Dzulhijjah berdasarkan hasil hisab haqiqi wujudul hilal bertempat di Alun-alun Utara Yogyakarta sebagai pusatnya.

“Di samping mengoordinasi tempat-tempat lainnya di DIY dalam menyelenggarakan hal yang sama,” kata HM Muchlas Abror, Ketua PHBI DIY, Ahad (17/5/2020).

Menurut Muchlas, PHBI DIY tidak menyelenggarakan shalat Idul Fitri tahun ini merupakan peristiwa pertama kali. Oleh karena DIY — bahkan Indonesia dan dunia — sedang dilanda virus Korona baru (Covid-19).

PHBI DIY meniadakan shalat Idul Fitri tahun 2020 ini di Alun-alun Utara Yogyakarta dan tempat-tempat lain yang berada dalam koordinasi PHBI DIY. “Maksud utamanya untuk keselamatan jiwa,” tandas Muchlas Abror.

Karena pandemi Covid-19 atau wabah Korona sedang melanda dunia, termasuk Indonesia dan DIY ada didalamnya, Muchlas Abror berharap semoga wabah Korona ke depan tidak terus meningkat dan menguat. “Tapi cepat menurun dan mereda,” ungkap Muchlas, yang menambahkan PHBI DIY pada bulan Dzulhijjah mendatang dapat menyelenggarakan shalat Idul Adha di Alun-alun Utara Yogyakarta dan tempat-tempat lain.

Dikatakan Muchlas, shalat Idul Fitri termasuk ibadah sunnah muakkadah. Umat Islam sangat dianjurkan melakukannya pada tanggal 1 Syawal pagi hari.

“Sebaiknya atau utamanya memang dilaksanakan di lapangan terbuka atau masjid. Tapi, shalat Idul Fitri bukanlah ibadah fardhu yang wajib ditunaikan,” jelas Muchlas Abror.

Bila ada udzur syar’i yang dibenarkan oleh Islam, misal wabah Korona yang sedang menerpa daerah dan negara Indonesia, bagi umat Islam tentu boleh melakukannya di rumah. “Dalam keadaan darurat ini siapapun yang tidak bisa melakukan ibadah sunnah di rumah tentulah tidak mengapa,” tandas Muchlas.

Adapun tata cara melaksanakan shalat Idul Fitri, baik di lapangan terbuka, masjid maupun di rumah sekalipun adalah sama. Dua rakaat tanpa diawali adzan dan iqamah serta dilaksanakan dengan berjamaah: ada imam dan makmum.

Rakaat pertama dimulai oleh imam dengan takbir tujuh kali dan rakaat kedua bertakbir lima kali. Setelah selesai shalat Idul Fitri masih ada khutbah yang disampaikan oleh khatib.

Shalat Idul Fitri di rumah cukup diikuti oleh anggota keluarga. Salah seorang di antara mereka menjadi imam dan sekaligus menjadi khatib. Khutbah yang disampaikan singkat sajalah. Bahkan, dalam kondisi khusus ini, bila tak ada khutbah tidaklah merupakan kekurangan.