‘Aisyiyah Harus Jadi Pelaku Sejarah

0
8

YOGYAKARTA — Pandemi Covid-19 memberikan dampak luas dan tidak sederhana dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka yang sebelum wabah sudah merupakan dhu’afa, dengan adanya wabah ini semakin terhimpit dalam kesulitan.

“Jangan sampai dalam kondisi seperti ini kemudian banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau bahkan dilarang agama. Maka disitulah ‘Aisyiyah bersama-sama dengan komponen persyarikatan yang begitu luas dan kuat, harus memastikan bahwa saudara-saudara kita harus menjadi bagian perhatian utama,” tegas Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Asyiyah, dalam Pidato Milad ‘Aisyiyah ke-103 M/106 H secara virtual yang disiarkan secara live streaming Senin, 18 Mei 2020.

Milad kali ini ‘Aisyiyah mengangkat tema Gerakan Ta’awun Sosial Peduli Dampak Covid-19 untuk Keselamatan Bangsa. Meski tengah berada dalam situasi pandemi, ‘Aisyiyah tetap bersyukur karena masih bisa mengadakan silaturahmi secara online.

Djohantini menyampaikan, milad sekarang  ini merefleksikan apa saja yang menjadi perhatian dan kontribusi ‘Aisyiyah untuk kepentingan umat dan bangsa pada situasi pandemi Covid-19.

Ia berharap, wabah Covid-19 tidak menjadikan kehidupan keluarga menjadi berubah karena kegelisahan, galau, dan tidak punya harapan. ‘Aisyiyah harus bisa memberikan harapan. “Dan itu sudah kita tunjukkan selama ini. Disitulah eksistensi ‘Aisyiyah di situasi seperti sekarang ini,” katanya.