Ijinkan Kami Tetap Berjuang “Catatan Pribadi di Hari Kebangkitan Nasional”

0
73

Oleh: Arif Jamali Muis*

Disaat Presiden RI Ir Joko Widodo menyatakan dan mengajak masyarakat untuk berdamai dengan Covid-19, pada saat yang sama grafik kasus penyebaran wabah virus masih tinggi. Bagi saya, ajakan presiden untuk berdamai sungguh sulit untuk diterima. Alasan berdamai dengan Covid-19 menurut bapak presiden, karena virus ini tidak akan pernah hilang seratus persen dari bumi Indonesia dan giat ekonomi harus berjalan agar masyarakat bisa mendapatkan penghasilan.

Ide berdamai dengan Covid-19 ini direspon cepat oleh para pembantu presiden salah satunya Mnteri Perhubungan dengan memperlonggar moda transportasi. Mulai dibukalah penerbangan yang pada akhirnya masyarakat melihat drama penumpukan penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

Tidak berhenti disitu, langkah menuju perdamaian dengan Covid-19 juga dilakukan oleh Menko Perekonomian dengan membuat timeline pembukaan beberapa kegiatan ekonomi yang kemudian kita kenal dengan new normal. Kementerian Pendidikan pun tidak mau ketinggalan merencanakan memulai membuka sekolah pertengahan Juli nanti. Bahkan, kata presiden, akhir Mei bagaimanapun caranya grafik penyebaran Covid-19 harus turun.

Bagi pendukung ide berdamai dengan Covid-19, ide presiden realistis karena rakyat butuh makan dan juga PSBB ternyata tidak efektif karena banyak rakyat yang tidak patuh. Lalu bagaimana dengan ancaman Covid-19 yang bisa membahayakan kesehatan bahkan nyawa masyarakat? Jawabannya adalah penerapan protokol kesehatan pencegahan  Covid-19 dengan ketat, jika ada yang tertular bisa dipastikan mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Masyarakatlah yang salah.

Bagi sebagaian masyarakat ajakan ini direspon dengan tanggar Indonesia terserah, bahkan menjadi trending topic di media sosial. Bagi saya, respon masyarakat ini perlu pencermatan yang matang dari pemerintah, karena jika tidak, bangsa kita akan berkepanjangan menghadapi wabah ini dan masalahnya akan bertambah berat di segala lini kehidupan.