Mari Beradaptasi, Jangan Berdamai

0
116

SAYA pernah testimoni di sini bahwa “sedang libur” nonton stasiun televisi nasional, dan pindah channel lain. Alternatif pengganti tivi nasional antara lain hiburan di youtube. Kalau acara televisi, saya ambil paket yang ada AXN dan Fox Sport. Ada hal menarik untuk dua channel ini.

Di AXN ketika sedang memutar serial Blacklist. Serial itu bukan baru, artinya sudah diproduksi lumayan lama. Paling tidak sebelum korban pertama virus corona ditemukan di Wuhan, China, akhir 2019. Tapi, para pihak yang terlibat dalam produksi Blacklist menyisipkan pesan untuk hati-hati terhadap penyebaran Covid-19. Semua pakai masker.

Artinya, tim Blacklist melihat pentingnya memberikan pesan kepada masyarakat (dalam hal ini penonton) untuk waspadai virus corona. Menghindari dan memutus rantai penyebarannya. Tidak bisa dibuat main-main, selengekan, bercanda, tidak serius, dan harus memberikan empati kepada para korban.

Sedangkan Fox Sport menayangkan Bundes Liga, Liga Sepakbola Jerman. Saya tidak paham liga kasta berapa, tapi jelas bukan Bayern Munchen atau Borussia Dortmund. Ini bukan tentang kualitas permainan, juga bukan gol spektakuler. Dari awal saya perhatikan, ada hal aneh dalam pertandingan itu. Penonton sepi. Dari yang terekam kamera, hanya ada di beberapa sudut terpisah.

Keunikan lain, di luar lapangan (bangku cadangan, dan lain-lain) sebagian besar mengenakan masker. Ada lagi, tidak terlihat pemain merayakan gol dengan berpelukan atau bertumpuk-bertumpuk menjatuhkan diri di lapangan, seperti di kebanyakan pertandingan. Mereka merayakan gol cukup dengan menyenggolkan kepalan tangan ke kepalan tangan pemain lain. Wuuuhhh…jauh dari kemeriahan pertandingan sepakbola profesional selama ini.

Di akhir pertandingan, usai wasit meniupkan peluit panjang, antara wasit dengan asisten wasit tidak bersalaman tangan seperti biasa, tapi mereka bersalaman kaki. Menyenggolkan sepatu ke sepatu orang lain. Hal sama dilakukan antara pemain dengan wasit. Ohhh…itulah pertandingan sepakbola di masa Covid-19. Tidak ada yang main-main, semua serius.

Dua contoh di atas menggambarkan betapa dunia sekarang punya “musuh bersama” bernama Covid-19. Virus baru yang tidak bisa dilawan dengan senjata perang secanggih apapun. Para ahli menyebut, belum ada antivirusnya. Jika ada yang mengklaim sudah menemukan antivirusnya, ternyata masih harus diuji lebih lanjut.