Wonosobo Kurang APD, UMY Datang Membantu

0
5

BANTUL — Kasus pandemi Covid-19 meningkat secara drastis di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dalam satu hari di tanggal 26 Mei 2020 sebanyak 64 orang. Sehingga kebutuhan alat pelindung diri (APD) meningkat drastis, padahal ketersediannya sangat terbatas.

Karena itulah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui dosen Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Nurvita Risdiana, S.Kep., Ns., M.Sc., menyalurkan 645 unit pelindung wajah ke rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Wonosobo, Selasa (19/5).

Nurvita menjelaskan, APD di Wonosobo diprioritaskan bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Akibatnya rumah sakit swasta dan puskesmas kekurangan APD, salah satunya adalah pelindung wajah.

“Wonosobo menjadi salah satu daerah di Jateng yang tertinggi angka kasus Covid-19. Saya mendapat kabar dari rekan-rekan perawat di sana kalau kekurangan APD. Maka saya minta bantuan ke UMY untuk membantu kebutuhan pelindung wajah,” ujarnya saat penyerahan pelindung wajah secara simbolis oleh UMY kepada Nurvita.

Rincian fasilitas kesehatan yang menerima bantuan pelindung wajah adalah Puskesmas Wonosobo 2 (30 unit), PMI Wonosobo (10 unit), Puskesmas Kejajar 1 (55 unit), Puskesmas Kejajar 2 (40 unit), Puskesmas Selomerto (70 unit), Puskesmas Mojotengah (20 unit), Puskesmas Wadaslintang (70 unit), Puskesmas Kretek 1 (30 unit), Puskesmas Sepuran (20 unit), RS PKU Muhammadiyah Wonosobo (200), Puskesmas Kalijajar (80 unit) dan Klinik Soemarmo Husada di Kabupaten Wonogiri (20 unit).