Kunci Suksesnya Adalah Disiplin Diri

Oleh: Cristoffer Veron P*

Bangsa ini sedang menghadapi pandemi Covid-19 sebagai “PR” besar untuk segera dibasmi secara massif dan kolektif. Sebagai bangsa dengan 17.491 pulau, 714 suku, dan 718 bahasa daerah, Indonesia harus mampu bersatu dan bersinergi dalam berperang melawan Covid-19. Hal-hal seperti persiapan pilpres 2024, Muktamar Muhammadiyah ke-48, pilkada, dan lain-lain sementara menyingkir untuk kepentingan manusia lebih besar.

Covid-19 telah menyebabkan manusia dan dunia terisolir. Masyarakat tidak bisa berdikari untuk beraktivitas di luar rumah seperti beribadah, bekerja, dan bersekolah. Derasnya badai penyebaran di Indonesia membuat kurva penambahan terus meninggi. Manusia telah mengetahui sejak awal kemunculan virus ini di Wuhan, China, pada Desember 2019. Kini si corona tak lagi tinggal disana, tetapi telah menyebar di lebih dari 200 negara.

Dunia telah menjadikan musibah luar biasa ini sebagai pengajaran pentingnya mendisiplinkan diri. Para ahli berpendapat, virus ini sebenarnya sangat mudah dibasmi. Ketika masyarakat mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, maka manusia akan terhindar dari penularan dan virus mati dengan sendirinya.

Kunci utamanya adalah manusia. Orang Indonesia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan negara lain. Di negara lain masyarakat sangat menghormati dan memathui kebijakan yang ditetapkan pemerintah sebagai garda utama memutus matarantai penyebaran Covid-19. Misalnya Selandia Baru, negara ini terus menunjukkan penurunan angka serangan virus corona.

Maka, kita bisa juga meniru Selandia Baru yang memiliki strategi luar biasa. Salah satunya adalah kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi peraturan pemerintah. Antara pemerintah dan masyarakat memiliki hubungan sangat erat. Masyakarat secara kolektif mematuhi peraturan yang ditetapkan dan tidak melanggarnya.

Bagaimana paradigma masyarakat kita? Sangat memprihatinkan. Banyak elemen masyarakat tidak mengindahkan kebijakan dan peraturan pemerintah. Di satu sisi, banyak masyarakat yang mau “menang sendiri”, dan lebih parah lagi sudah mengetahui aturan yang ditetapkan namun tetap melanggar.