Membumi dan Melangit bersama yang Ganjil

Oleh: Robby H. Abror *)

Tiga yang membuat Muhammad,
Kekasih Ilahi ini berderai air mata:
Berdiri,
Duduk,
Berbaring.

Berzikir selalu dalam hitungan ganjil
Berpikir atas ciptaan-Nya baik yang ada di langit maupun di bumi

Dialah yang tunggal dan ganjil yang menyukai bilangan yang ganjil
Ada rahasia di balik yang ganjil
Bukan ganjil yang dipahami orang awam,
Tetapi ganjil yang menggenapi sikap berserah diri

Dalam keadaan berdiri,
Manusia mengingat sang pemilik bilangan yang tunggal dan ganjil itu
Yang disebutkan dalam 99 asma’ul husna
Yang diwiridkan dalam 33 tasbih, tahmid, dan takbir

Dalam keadaan duduk,
Tubuh yang lemah itu senandungkan tahlil yang senantiasa membasahi bibirnya
Dengan kerinduan yang mendalam
Dengan permohonan atas sejuta harapan

Dalam keadaan berbaring,
Mata yang jelang terpejam masih memanggil-manggil nama-Nya
Pemilik seluruh jagad raya ini
Seluruh yang diciptakan dan bayang-bayangnya bertasbih kepada-Nya

Air mata suci berlinang membasahi pipinya
Hingga panggilan adzan subuh tiba
Sang kekasih bersimpuh penuh harap
Dapat membanggakan umat yang melek ilmu pengetahuan
Menyelaraskan zikir dan pikir, membumi dan melangit dalam kesatuan
Yang didiktekan sebagai ulul albab

Sleman, DIY, 22 Juni 2020


*) Ketua MPI PWM DIY