Menyibak Tirani Diri

Oleh: Robby H. Abror*)

Dalam masyarakat, pujangga hanya mengabdi pada ilahi
Dikepung pusaran nafsu manusia yang lalai
Kala rasio dikerangkeng dalam jeruji materi
Iman remuk redam memiskinkan kefitrahan dan nurani

Kebutuhan sejati pada cinta hakiki
Mendamba hakikat mahabbah pada pemancar ruh ini
Tapi belenggu maksiat tubuh menodai
Paceklik dan kemarau panjang kerapkali menyeringai

Kejahatan dan kezaliman di depan mata telanjang
Jangan dibiarkan terus terjadi mengkhianati
Hati yang keras tak peduli membangkang
Membiarkan tragedi menyedihkan itu di luar kendali

Syirik sosial syirik politik syirik ekonomi sama saja
Memperbudak diri dalam gelimang dosa
Jika tak hati-hati, emoh patuhi ajaran ilahi
Melemahkan akal dan kesadaran diri

Lupa diri bak berjalan di kegelapan malam
Tanpa cahaya iman dan kaffahnya Islam
Menyihir mata hati terjerumus dalam kesemuan dan kebisuan
Hisablah sebelum dihisab, bangkitlah sebelum dibangkitkan

Yogyakarta, 3 Mei 2020.


*)Ketua MPI PWM DIY 2015-2020.