Tarian Darwis

Mengenang Maulana Jalaluddin Rumi

Oleh: Robby H. Abror*)

1

Matahari di musim semi cahayanya menyirami kota Tehran
Di atas padang rumput patung wajah-wajah filsuf Muslim terpahat kuat
Kulihat bayanganku menari menerbangkan lamunan ke maulana kesadaran
Dengan anggur aku mabuk kepayang dalam cinta yang terbakar sangat

2

Seruling gelagah dan petikan kecapi menghimpun cinta pada Sang Kekasih
Tarian darwis menyerap energi cinta dalam lantunan zikir
Teguh berdiri, berputar dan terus menari
Harum wangi melati dari Konya hingga Damaskus dihembus angin semilir

3

Menyatu bersama cinta ilahi dalam ratapan kasidah kerinduan
Tarekat Maulawiyah dan pondok-pondok sufi yang dibangun di dalam hati
Pada Shams-i Din Tabriz mabuk pesona dalam lautan cinta kesunyian
Diterangi senyum rembulan dalam kemilaunya yang hakiki

4

Seperti katamu, cinta itu astrolab misteri ilahi
Keindahan sajak-sajak mastnawi membuka jendela hikmah
Cinta Sang Kekasih terpendar dalam pandangan batin yang diselami
Kaulah navigator cinta menapaki tangga-tangga spiritual jannah**

**Surga (Arab).

Qom, 2015


*)Ketua MPI PWM DIY