Melampaui Kebebasan

Kepada Kahlil Gibran (Lebanon)

Oleh: Robby H. Abror*)

Seruling yang kautiup menerbangkan burung-burung di atas pepohonan
Kepak sayap mereka mengikuti nada-nada melodimu yang indah
Penindasan atas kebebasan manusia yang tak lelah dipertontonkan
Mematahkan sayap-sayap kebahagiaan yang menjadi hak setiap jiwa

O Tuhan, penghinaan terhadap kemanusiaan terjadi berulang
Langit yang pucat memandangi bumi yang tersenyum lesu
Para cendekiawan dan ruhaniawan berkhotbah tentang teknik kesabaran
Omong kosong difatwakan agar dipahami oleh rintihan yang telah membeku

Anggur merah dalam piala emas yang dipamerkan oleh kekuasaan
Minuman surga yang memanjakan kedudukan di istana dunia
Pemandangan kelam yang tak menghibur duka dan ratapan
Menghancurkan raga dan meluluhlantakkan jiwa-jiwa  

Penguasa tiran memenjarakan akal sehat
Membelenggu kebebasan yang menjadi hak rakyat
Dunia sudah muak pada kejahatan atas nama kemanusiaan
Ladang kehidupan dirusak oleh tangan-tangan kesombongan

O Gibran, orang-orang masih berdebat tentang cara menemukan kebebasan
Engkau khusyuk meliuk bersama serulingmu menemani kesunyian bernyanyi
Perbudakan tak bisa diubah meskipun segala upaya dan jutaan doa dipanjatkan
Kepasrahan yang dibanjiri air mata akan menerima belas kasih Ilahi 

Yogyakarta, 4 Juli 2020


*)Ketua MPI PWM DIY