Revitalisasi Peran Masjid Sebagai Pusat Dakwah Di Era Big Data

Oleh: Tedy Setiadi*)

Akhir-akhir ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) begitu masif dan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam menopang berbagai aktivitas manusia dan organisasi sehari-hari. Penggunaan internet yang berkembang pesat menghasilkan produksi data begitu besar, cepat, dan beragam. Data yang berkembang pesat dari aspek 3V yakni volume, velocity (kecepatan), variety (format data) ini dikenal dengan Big Data. Dengan mengelola dan mengekstraksi data maka akan dihasilkan informasi dan pengetahuan yang sangat berguna dalam mengambil keputusan. Saat ini, data merupakan hal sangat penting untuk proses mendukung pengambilan keputusan pada berbagai organisasi pada bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan kemasyarakatan, serta keagamaan. Dengan tersedianya data dan dikelola dengan baik, maka akan menjadikan organisasi mampu dengan cepat dan mudah menyusun rencana strategis, dan pengambilan keputusan sesuai visi dan misinya.

Salah satu organisasi keagamaan yang perlu mengelola data tersebut adalah masjid. Masjid berasal dari Bahasa Arab sajada yang berarti tempat sujud atau menyembah Allah SWT. Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat melaksanakan sholat tetapi juga sarana pengembangan wawasan keislaman, pusat kegiatan sosial dan pusat pembinaan umat Islam. Masjid harus berfungsi dengan baik, sehingga keberadaan masjid dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Secara garis besar ada tiga bidang yang harus dikelola pengurus masjid. Pertama, bidang manajemen (idarah) dengan melihat bagaimana masjid dikelola secara profesional. Kedua, pembinaan bidang kemakmurkan masjid (imarah) dengan melihat bagaimana keberfungsian masjid dalam kegiatan pemberdayaan umat. Ketiga, bidang pemeliharaan masjid (riayah) dengan melihat bagaimana bentuk fisik dan sarana prasarana masjid yang senantiasa dipelihara dan ditingkatkan dengan baik. Dari ketiga bidang tersebut, bidang manajemen (idarah) merupakan bagian paling penting sebagai tulang punggung kedua bidang lain.