Sudah Enam Kali Muktamar Muhammadiyah Ditunda

YOGYAKARTA — Telah diketahui bersama bahwa Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 yang rencana berlangsung di Surakarta tahun 2020 diundur. Waktu pengunduran sangat menyesuaikan situasi dan kondisi terkait penyebaran Covid-19. Diundur tahun 2020 setelah ibadah haji, atau jika tahun 2021 sudah memungkinkan ya dilaksanakan tahun depan.

Bagi Muhammadiyah pengunduran jadwal muktamar tahun ini bukan pertama kali. Seperti disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat memberi pidato Iftitah Tanwir daring pada Ahad 19 Juli 2020, sudah beberapa kali persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini memundurkan waktu muktamar.

Berikut beberapa penundaan jadwal muktamar seperti dijelaskan Haedar Nashir:

Pertama, tahun 1918 akibat gesekan dengan Sarekat Islam. Waktu itu Muhammadiyah menolak permintaan beberapa kalangan untuk menjadi organisasi politik. KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, setelah merenung panjang, menolak permohonan tersebut. Bagi Kiai Dahlan, Muhammadiyah harus tetap merupakan gerakan Islam. Beberapa kader yang berharap Muhammadiyah menjagi organisasi politik akhirnya menerima keputusan tersebut. Meski tetap ada yang kecewa sehingga sempat berimbas pada pelaksanaan Muktamar.

Kedua, tahun 1937-1938. Akibat penundaan tersebut, Mas Mansur terpilih sebagai ketua umum di luar arena muktamar.