Raih Hibah Dikti 2020, Tim PKM UAD Dorong Munculnya Inovasi dan Strategi Pembelajaran Sadar Bencana

YOGYAKARTA — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar (SD). Sebelumnya, proposal mereka “Integrasi Pengurangan Risiko Bencana dalam Pembelajaran Tematik dengan Pendekatan Living Values Education Bagi Guru SDUA (SD Unggulan ‘Aisyiyah) Bantul dan SD Muhammadiyah Bantul Kota, Bantul, DIY” dinyatakan lolos dan meraih hibah PKM Dikti tahun 2020. Tim PKM UAD diketuai Dr. Suyatno, M.Pd.I (Kaprodi S2 Manajemen Pendidikan), dengan anggota Dholina Inang Pambudi, M.Pd (Ketua Pusat Studi Mitigasi dan Penanggulangan Bencana) dan Laila Fatmawati, M.Pd (Kepala Laboratorium PGSD).

Dalam rilisnya kepada mediamu.id, mereka menjelaskan bahwa PRB atau dalam istilah lain adalah Disaster Risk Reduction (DRR) menjadi keharusan untuk dikembangkan pada semua jenjang pendidikan. Karena, sekolah menjadi sarana berkumpul bagi siswa dengan durasi waktu tidak sebentar. Jika anak tidak dibekali dengan pengurangan risiko bencana sejak dini akan berdampak ketika mensikapi adanya bencana yang bisa datang sewaktu-waktu bahkan mungkin saat jam pembelajaran sedang berlangsung.

Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang tinggi dan beragam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), angin ribut, maupun wabah seperti corona sekarang ini. Pendidikan dan penyadaran tidak akan dapat menghentikan sebuah bencana, namun akan mampu membantu dalam mengurangi risiko terjadinya bencana. Karena itulah diperlukan inovasi dan strategi pembelajaran yang dapat memberikan bekal kepada generasi penerus agar memiliki kecakapan dan kesadaran terhadap bencana sehingga dapat memahami langkah yang tepat untuk mengurangi risiko bencana.

Kegiatan PKM UAD diawali dengan need assesment dari mitra, kajian berbagai literatur,  didukung FGD terbatas dengan koordinator Divisi Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan MDMC PP Muhammadiyah. Dari kegiatan kegiatan tersebut diketahui bahwa dua mitra PKM belum sepenuhnya mengintegrasikan PRB ke dalam pembelajaran.

Langkah yang dilakukan Tim PKM meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Pada tahap perencanaan secara rutin baik via daring (dalam jaringan atau online) dan luring (luar jaringan atau offline) berkoordinasi dengan tim inti, koordinasi dengan para kepala sekolah mitra PKM UAD. Hal tersebut dilakukan agar saat pelaksanaan yang berlangsung pada masa pandemi ini mendapat masukan dari berbagai lembaga kompeten yang terlibat. Dengan pelatihan ini guru-guru yang berada di sekolah mitra Sekolah Siaga Bencana (SSB) diharapkan lebih terampil dan maksimal dalam mengintegrasikan PRB ke dalam pembelajaran. Selain itu, dapat mendiseminasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan ke guru lain agar terbangun secara luas kesadaran bencana masyarakat melalui peran pendidikan.