RUU Cipta Kerja Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

BANTUL — Masih hangat dibicarakan tentang pro dan kontra terkait Rancangan Undang-undang Cipta Kerja. Gelombang penolakan menggaung lebih besar ketimbang yang setuju dengan RUU Cipta Kerja ini, salah satunya yang datang dari Serikat Pekerja.

Namun jika digali lebih dalam ada beberapa pasal di dalam RUU Cipta Kerja yang justru menguntungkan untuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kita merasakan bersama bagaimana Covid-19 telah membuat kehidupan menjadi tak menentu. Semua sektor kehidupan terdampak, seperti anjloknya perekonomian dunia yang berakibat buruk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia itu sendiri. Terutama bagi pegiat UMKM yang justru dibuat lemas oleh situasi pandemi yang tak kunjung berakhir.

Ada upaya pemerintah Indonesia untuk sedikit memberikan harapan bagi masyarakat, dengan membuka akses di beberapa sektor setelah diberlakukannya PSBB selama hampir dua bulan lamanya sejak kasus Covid-19 pertama kali terjadi di Indonesia pada bulan Maret 2020.

New Normal menjadi rancangan, kemudian ada rencana besar berupa pengesahan RUU Cipta Kerja.

Rencana itu ternyata menimbulkan kegelisahan yang cukup besar. Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Ma’Ruf SE., M.Si. mengatakan bahwa pro-kontra lumrah saja terjadi, tapi dia mendesak agar semua pihak tidak tutup mata begitu saja dan hanya mendengar isu-isu yang tidak benar. Pihak yang kontra diharapkan mau duduk bersama berdialog mencari solusi terbaik untuk semua pihak.