Tingkatkan Kesadaran Masyarakat dengan Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker

BANTUL — Jumlah kasus pada pandemi Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dengan total keseluruhan kasus sejumlah 203 ribu dengan kenaikan kasus yang terus melonjak. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran mata rantai Covid-19 di Indonesia dengan penerapan 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menggunakan masker cukup rendah. Tingkat kesadaran yang rendah pada masyarakat juga dialami di daerah Kecamatan Kasihan Bantul yang merupakan tiga besar kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Oleh karena itu, hal ini menjadi alasan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengajak masyarakat Kasihan dengan menggandeng aparat pemerintah di tingkat kecamatan, Puskesmas Kasihan, FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana), Polsek dan Danramil 4 Kasihan melalui ‘Gerakan  Masyarakat Kasihan Bermasker’  yang dibuka pada hari Rabu (9/9) di Kantor Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker merupakan gerakan inisiasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya di daerah Kasihan untuk tetap disiplin dalam penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak).

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr.Gunawan Budiyanto,MP.,IPM menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker ini ditargetkan kepada pemilik kafe atau restoran atau warung makan yang ramai dikunjungi masyarakat Kasihan dan Mahasiswa UMY.

”Gerakan ini merupakan bentuk penyadaran bagi masyarakat mengenai pentingnya memutus rantai penyebaran Covid-19 atau transmisi sosial. Melihat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang terus naik, namun kesadaran masyarakat menurun,” paparnya.