Manfaatkan Limbah Cucian Udang, Kelompok Mahasiswa UAD Yogyakarta Buat Pupuk Organik Cair

YOGYAKARTA — Kelompok Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dukung SDG’s di Pacitan, Jawa Timur, dengan memanfaatkan limbah cucian udang sebagai pupuk organik cair.

Di Pacitan, khususnya Kecamatan Ngadirojo, sebagian besar masyarakatnya bergelut di bidang sektor perikanan, khususnya tambak udang.

Panen udang yang mencapai 2.220 ton per tahun ini, biasanya akan disetorkan ke industri pengolahan makanan untuk selanjutnya diolah menjadi olahan matang seperti nugget udang, kerupuk udang, bakso udang dan lain-lain.

Tentunya, hal itu akan menghasilkan limbah cair dari hasil pencucian udang yang kaya akan nitrogen.

Berkaitan hal itu, Kelompok Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta lewat Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) tahun 2020 membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah hasil pencucian udang yang sangat melimpah tersebut.

Bayu Selo Aji (Bimbingan Konseling, FKIP 2017), Trisna Avi Listyaningrum (Pendidikan Fisika, FKIP 2018), Dedek Ajeng Okta Triana (Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP 2018), dan Panji Nur Fitri Yanto (Bimbingan Konseling, FKIP 2018) membuat pupuk organik cair yang diberi nama COSIWA (Combination of Shrimp Washing Waste, Anaerob Bacteria, and Goat Manure).

Ini merupakan inovasi pembuatan pupuk cair dengan mengombinasikan limbah cair sisa pengolahan udang, pupuk kandang berupa kotoran kambing, dan bakteri anaerob (EM4).

Kandungan nitrogen pada udang sebesar 7 persen dan bersifat mudah larut dalam air, hal ini menjadikan limbah cair hasil pencucian udang juga kaya akan nitrogen.

Selain memiliki kandungan nitrogen, udang juga memiliki kandungan fosfor, kalium, serta senyawa kitin dan kitosin yang sangat bermanfaat untuk tanah dan pertumbuhan tanaman.