Matahari di Wajah Pak Nardi

Oleh: Latif Mustofa

Nama lengkapnya adalah Sunardi Syahuri. Beliau masyhur tak hanya di kalangan Muhammadiyah. Namun di hampir semua golongan masyarakat: atas-bawah, kaya-miskin, tua-muda, politisi-rakyat, hingga Ketua MUI-guru ngaji di desa, mengenalnya dengan baik sebagai seorang da’i.

Tak usah heran, karena di sekolahnya yang belum tamat tsanawiyah, pak Nardi telah memulai gerak lakunya sebagai seorang da’i.

Sosok dengan logat “njawani” dan santun ini, bertutur bahwa khutbah Jum’at pertama beliau saat itu adalah saat ubun-ubun kepalanya belum sejajar dengan tinggi mimbar.

Dengan tergelak, beliau mengenang saat para jama’ah hanya bisa mendengar khutbahnya, tanpa bisa melihat sosok kecil cungkringnya di masa itu.

Agak tak lazim, jika kita membandingkan dengan sosoknya saat ini yang besar dan berwibawa. Namun begitulah rupanya pada masa itu.