Sekilas tentang Kepribadian Pak AR menurut Pak Amien Rais

Bagi masyarakat Islam Indonesia, khususnya keluarga besar Muhammadiyah, nama Pak AR tetap melekat kuat dalam ingatan mereka, sekalipun Pak AR sudah wafat beberapa waktu silam. K.H. Abrurrazaq Fachruddin, yang akrab dipanggil Pak AR dapat dikatakan telah menjadi nurani Ummat Islam Indonesia, setidak-tidaknya nurani Muhammadiyah.

Saya mengenal almarhum sejak tahun 1962 ketika mulai menjadi mahasiswa Universitas Gajah Mada. Saya tinggal di Kauman Yogyakarta, tidak begitu jauh dari rumah Pak AR. Sejak itu pulalah saya berkenalan akrab dengan Pak AR.

Terus terang sulit bagi saya meringkas dengan kata-kata terbatas untuk menggambarkan Pak AR secara utuh. Paling tidak ada lima atribut yang dapat dikaitkan dengan hidup dan kepribadian Pak AR.

Pertama, beliau adalah ulama yang cukup dalam penguasaan ilmunya di berbagai cabang ilmu agama. Di tengah-tengah rasa senggangnya, Pak AR selalu meluangkan waktu untuk membaca kitab-kitab agama, atau katakanlah kitab-kitab kuning.