Ulama Sejuk dari Cabang “Lava Bantal”

H. Dimyati atau biasa akrab dipanggil Mbah Dim adalah ulama kharismatik Muhammadiyah dari ujung Timur Selatan Kabupaten Sleman. Atau tepatnya di Cabang Berbah, yaitu tempat di mana terdapat peninggalan geologi berupa Lava Bantal. 

Beliau sudah terbilang sepuh (tua). Yuswa (usia) beliau saat ini 82 tahun. Dan, Mbah Dim dikaruniai putra 7 dan cucu 16. Alhamdulillah.

Di usia senjanya, Mbah Dim masih cukup energik dan biasa beraktivitas mengendarai motor sendiri. Banyak aktivitas yang beliau lakoni (jalani) sampai saat ini.

Beliau dikenal suka bercanda, berkawan dengan siapa pun dan juga ilmu agama beliau dikenal sangat mumpuni. Karena Mbah Dim merupakan salah satu ulama Muhammadiyah alumni Madrasah Mu’alimin Muhammadiyah Yogyakarta.

Di Berbah, beliau tidak hanya dikenal sebagai ulamanya Muhammadiyah. Namun juga ulamanya warga Berbah pada umumnya. Hal ini karena Mbah Dim dikenal sangat bijaksana dan bisa mengayomi semua warga masyarakat.

Banyak organisasi yan beliau geluti sampai saat ini dan hampir semuanya beliau ditempatkan di posisi kunci (rujukan). Misalnya, di Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Berbah, Mbah Dim masih sangat aktif dan sebagai simbol perekat berbagai organisasi yang berhimpun.

Beliau juga menciptakan jargon unik, menarik, namun sangat pas dengan situasi dan kebutuhan, yaitu MANDALIYEM JUKTI NUHKAH = aMAN terkenDALI adem aYEM seJUK di haTI peNUH berKAH. Terlihat rasa bangga pada beliau saat menyampaikan hal itu beserta penjelasannya.