Kauman, Kampung Perjuangan Bangsa

Kauman merupakan kampung sangat istimewa, melahirkan 4 pahlawan nasional yaitu K.H.A. Dahlan, Nyai Ahmad Dahlan, K.H. Fakhrudin, dan Ki Bagus Hadikusumo. Kontribusi mereka tidak perlu diragukan lagi. KHA Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah, pelopor gerakan pembaharuan bangsa. Nyai Ahmad Dahlan perempuan pelopor gerakan perempuan yang hasil karyanya bisa dilihat secara masif saat ini yaitu ‘Aisyiyah dan berbagai kerja nyata. KH Fakhrudin dikenal sebagai sosok ulama yang menyuarakan pergerakan nasional dalam beberapa kegiatan, juga seorang penulis yang banyak menghasilkan karya. Ki Bagus Hadikusumo adalah saudara Fakhrudin, peranannya dalam meletakkan landasan negara ini sangat besar.

Keempat tokoh tadi sama-sama lahir dan besar di Kauman, beraktivitas di kampung ini kemudian mengembangkan sampai melampaui batas geografis Kauman. Tentu saja keberadaan ke-4 pahlawan nasional dari Kauman menjadikan kampung ini menjadi sangat istimewa dalam perjuangan bangsa.

Kestimewaan Kauman tidak berhenti sampai di sini. Muhammadiyah yang menjadi salah satu komponen penting bangsa dalam merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan memiliki beberapa orang ketua dari Kauman, antara lain K.H.A. Dahlan, K.H. Ibrahim, K.H. Hisyam, Ki Bagoes Hadikusumo, K.H. Badawi, dan K.H. Junus Anis. Mereka adalah ketua Muhammadiyah di awal berdiri.

Kauman sangat sering disambangi tokoh-tokoh bangsa seperti Presiden Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Bung Karno berkunjung ke Kauman saat menengok Nyai Ahmad Dahlan yang sedang sakit. Hal ini menunjukkan ketokohan Nyai Ahmad Dahlan. Masyarakat Kauman masih sangat ingat sosok Panglima Besar Sudirman yang sering menghadiri Pengajian Malam Selasa di Gedung Pesantren ‘Aisyiyah. Pengajian rutin yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini melibatkan banyak tokoh bangsa baik sebagai pembicara maupun audien.

Masih banyak tokoh yang lahir di kampung ini. Tentunya bukan karena tidak ada apa-apanya, namun karakter masyarakat Kauman yang unik dan kuat menjadi salah satu pemicu munculnya sikap dan sifat militansi. Semangat itu masih tetap ada, setidaknya dalam beberapa momentum Kauman akan muncul di barisan depan. Nilai-nilai dari para tokoh itulah yang perlu diambil untuk selalu mengobarkan semangat ke-Indonesia-an yang sudah mereka perjuangkan. (*)


*)Angota Lembaga Kebudayaan PP ‘Aisyiyah dan MPI PP Muhammadiyah