Dokter Praktek RS PKU Muhammadiyah Gamping Meninggal Setelah Terkonfirmasi Positif COVID-19

Pihak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta sudah merawat secara intensif, meski kondisi masih baik. Juga pemantauan ketat dan terapi agresif. Artinya, pilihan terbaik pasien COVID-19 treatmentnya tersedia di RSUP Dr Sardjito, sudah diberikan sejak awal.

“Mungkin karena kondisi komorbid menyebabkan perburukan bisa terjadi dengan cepat,” kata Ika.

Dalam COVID-19, dijelaskan Ika, 1-2 komorbid sudah memengaruhi harapan hidup. “Apalagi kalau ada banyak komorbid,” imbuhnya.

Dan secara umum, penderita COVID-19 memiliki risiko kematian tertinggi pada orang dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung dan kolesterol. Apalagi ditambah penyakit paru kronis seperti kanker, penyakit paru akibat rokok, gagal ginjal dan liver. Itu akan mempercepat perburukan.

Pihak RSUP Dr Sardjito Yogyakarta tidak bersedia merinci komorbid apa yang diderita dokter N. Selain hanya memberikan gambaran umum terkait komorbid yang dapat berdampak buruk pada harapan hidup pasien dengan COVID-19.

Juru bicara Gugus Penanganan COVID-19 DIY, Berty Murtingsih, menjelaskan, pasien dokter N teregistrasi dalam kasus nomor 1061 DIY.

Selain itu, kata Berty, DIY mencatat dokter N merupakan bagian dari hasil skrining karyawan kesehatan yang tengah dilakukan di Kabupaten/Kota.

“Kami belum tahu apakah pasien tersebut sebelumnya menangani kasus COVID-19 atau tidak?” kata Berty. (Affan)