Muhammadiyah Berdiri di Atas Semua Kontestan

YOGYAKARTA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap agar pelaksanaan Pilkada di DIY berjalan damai dan lancar.

Berkenaan dengan pelaksanaan Pilkada di DIY — khususnya di Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman — pada 9 Desember 2020 mendatang, PWM DIY melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) menjelaskan bahwa Muhammadiyah berdiri di atas semua kontestan dan teguh bersikap netral serta imparsial.

“Muhammadiyah mempersilakan anggotanya untuk berperan di dalam Pilkada,” kata Suwandi Danusubroto kepada jurnalis di Ruang Sidang PWM DIY, Jl Gedongkuning, Jum’at (20/11/2020) sore, didampingi Saleh Tjan dan Farid Bambang Siswantoro.

Suwandi menambahkan anggota Muhammadiyah harus menaati Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 41/KEP/I.0/B/2013. Anggota Muhammadiyah yang menjadi tim sukses harus nonaktif. Sementara itu bagi kader Muhammadiyah yang menjadi calon bupati atau calon wakil bupati harus mengundurkan diri dari jabatan struktural.

Selain itu, kata Suwandi, juga mengindahkan semua kaidah berbangsa dan bernegara yang termaktub dalam Tujuh Pokok Pikiran Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah dan Khittah Kebangsaan Muhammadiyah yang dikenal Khittah Denpasar 2002.

Ditambahkan Saleh Tjan, sebetulnya Muhammadiyah telah mengingatkan pemerintah agar pelaksanaan Pilkada itu ditunda. “Tapi dalam perjalanannya justru proses Pilkada itu tetap berlangsung,” kata Saleh Tjan.

Muhammadiyah meminta kepada penyelenggara dan pemerintah agar bertanggungjawab sepenuhnya manakala terjadi eskalasi penyebaran dan penularan Covid-19. “Karena terjadinya kerumunan dalam prosesi dan pelaksanaan Pilkada,” kata Saleh Tjan.