Ketika Mas Mansur Berguru ke Kyai Ahmad Dahlan

KH Mas Mansur

YOGYAKARTA — Kyai Haji Ahmad Dahlan dilahirkan pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta, sedangkan Kyai Haji Mas Mansur lahir pada 25 Juni 1896 di Surabaya. Usia terpaut 28 tahun, domisili keduanya juga tidak berdekatan. Tapi, ada perasaan sangat kuat pada diri Mas Mansur untuk harus segera bertemu dengan pendiri Muhammadiyah tersebut.

Nama Kyai Dahlan sering didengar ketika Mas Mansur tinggal di Makkah dan Mesir. Tahun 1908 ia dikirim orangtuanya untuk menunaikan ibadah haji dan belajar agama di Makkah. Setelah empat tahun, ia pindah ke Mesir karena situasi politik di Arab Saudi memanas. Sekitar dua tahun kemudian Mas Mansur memutuskan pulang ke tanah air, tapi sebelumnya singgah dulu di Makkah selama satu tahun. Baru pada tahun 1915 pulang ke tanah air.

Di buku “Pahlawan Nasional: Kyai Haji Mas Mansur” tulisan Sutrisno Sukoyo disebutkan bahwa dalam perjalanan pulang ke tanah air tersebut Mas Mansur tidak langsung ke Surabaya tapi memilih ke Yogyakarta menemui Kyai Dahlan. Ketika itu sekitar tiga tahun setelah Muhammadiyah berdiri.

Pada pertemuan pertama ini ada kesan yang amat dalam tentang diri Kyai Dahlan, sehingga Mas Mansur mengibaratkannya sebagai sosok seorang ayah. Wajah tenang dan selalu dihiasi senyuman ketika berbicara menyebabkan lawan bicaranya, termasuk Mas Mansur muda, nyaman berbincang lama dengannya. Meski baru pertema bertemu, Mas Mansur merasa sosok Kyai Dahlan memiliki budi pekerti tinggi.

Namun perjumpaan itu terlalu singkat, Mas Mansur harus segera pulang ke Surabaya. Kyai Dahlan pun menganjurkan jika sudah memiliki waktu luang untuk kembali lagi ke Yogya. Ia ingin membicarakan banyak hal dengan pemuda tersebut, termasuk menyampaikan tujuan mendirikan Muhammadiyah yakni memperbaiki keadaan umat Islam.