Muhammadiyah Harus Kuasai Media Sosial

YOGYAKARTA — Menguasai media sosial harus diusahakan oleh Muhammadiyah untuk menyebarluaskan ide dan pandangan terkait ibadah maupun muamalah. Terbukti bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai angka sekitar 192 juta penduduk, sebanyak sekitar 160 juta di antaranya adalah aktif bermedsos seperti youtube, facebook, instagram, twitter, whatsapp, dan lain-lain.

Point-point itu muncul dalam Pengajian Konsolidasi Organisasi yang diselenggarakan PWM DIY secara online, Jum’at (8/1) malam. Acara rutin putaran ketiga ini diikuti sekitar 200 orang, beberapa di antaranya dari luar Yogya, seperti Kalimantan dan Malaysia. Tadi malam menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI).

Berdasarkan penelitian, kata Prof. Dadang, sebagian besar kelompok usia muda atau kaum millennial mencari jawaban atas persoalan agama melalui media sosial. “Tidak lagi ngaji di kyai. Ini harus direspon oleh Muhammadiyah,” katanya.

Untuk bisa menguasai dunia media sosial, harus betul-betul mengerti kebutuhan para pengguna. Jika sasarannya kelompok usia millennial, maka harus memahami keinginantahuan mereka. “Apa sih yang sering mereka cari. Masa-masa sekarang kita memang harus kreatif,” sambungnya.

Ia mencontohkan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah yang menjadi pegangan pokok warga persyarikatan. “Siapa yang suka membawa dan membaca Buku cetak HPT sekarang? Para orangtua. Nah, harus difaslitasi yang bisa didownload, bisa diakses dimana-mana, serta mudah dicari. Sehingga warga persyarikatan tinggal klik begitu,” jelas Prof. Dadang.